SAKSARAPOST.COM, Konawe Utara – Masyarakat di wilayah lingkar tambang yang meliputi Desa Morombo Pantai, Morombo, dan Tobi Meita menyampaikan aspirasi terkait penggunaan jalan umum untuk aktivitas pengangkutan (hauling) ore nikel yang dinilai berdampak pada keselamatan pengguna jalan.
Perwakilan masyarakat dari tiga desa tersebut menyampaikan bahwa penggunaan jalan umum oleh kendaraan operasional perusahaan, dalam kondisi tertentu, berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat. Terutama saat musim hujan maupun ketika dilakukan penyiraman jalan, kondisi permukaan jalan disebut kerap menjadi licin, berlumpur, serta berdebu.
Kondisi ini dinilai memengaruhi kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut, termasuk pelajar dan pengguna kendaraan roda dua.
Menyikapi hal tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah harapan kepada pihak perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), agar dapat menghadirkan solusi yang lebih aman dan berkelanjutan.
Beberapa poin yang disampaikan antara lain perlunya penyediaan sarana transportasi yang aman bagi pelajar, pembangunan jalur khusus untuk aktivitas hauling agar tidak lagi menggunakan jalan umum, serta penyediaan akses penghubung yang lebih aman bagi masyarakat antar desa.
Selain itu, masyarakat juga mendorong adanya peningkatan upaya perawatan jalan selama masih digunakan secara bersama, termasuk pengendalian debu dan kondisi jalan agar tetap layak dilalui.
Masyarakat berharap adanya sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, seiring dengan berlangsungnya aktivitas industri di wilayah tersebut.
Aspirasi ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong perhatian bersama terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat di wilayah lingkar tambang.
Dengan adanya komunikasi yang baik antara masyarakat dan pihak terkait, diharapkan solusi yang konstruktif dapat segera terwujud demi mendukung keseimbangan antara aktivitas industri dan kepentingan publik.







